. Header h1 { height: 0px; visibility: hidden; display: none; } .Header .description { height: 0px; visibility: hidden; display: none; }

Pintasan Media Sosial

Floating Vertical Bar With Share Buttons widget by muammarkhalid

Sabtu, 25 Februari 2017

PENYEBAB dan SOLUSI DEPRESI REMAJA Yang Harus Diketahui Para Orang Tua



Kutipan dari majalah Sadarlah!, no.1 2017 :

ANNA berkata, ”Waktu depresi, saya malas melakukan apa pun, bahkan apa yang biasanya sangat saya sukai. Saya cuma mau tidur. Saya sering merasa tidak disayang, tidak berharga, dan jadi beban orang lain.”

Julia mengenang, ”Saya ingin bunuh diri. Bukan berarti saya mau mati. Saya cuma tidak mau begini terus. Sebenarnya, saya orang yang peduli, tapi waktu depresi, saya tidak peduli dengan siapa pun atau apa pun.”

Meski anak muda kadang bisa merasa sedih, apa yang dirasakan Anna dan Julia bisa terjadi selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Anna berkata, ”Rasanya seperti berada di lubang yang dalam dan gelap yang tidak ada jalan keluarnya. Saya merasa bakal jadi gila dan jadi orang yang berbeda.”

Para orang tua dewasa ini pasti setuju bahwa anak remaja jaman sekarang sering tidak dapat mengendalikan emosi dan perbuatannya. Itu sendiri pasti tak lepas dari lingkungan hidup dan teman si anak. Ini juga termasuk perlakuan yang ia terima dari orang disekitarnya.

Selain itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa depresi adalah ”penyebab utama dari penyakit dan kelemahan fisik pada anak lelaki dan perempuan usia 10 hingga 19 tahun”.

Ini mungkin disebabkan oleh kebiasaan buruk yang mulai berkembang. Ini dijadikan kebiasaan oleh beberapa anak dan disebarkan kepada individu individu disekitarnya saat berinteraksi. Kejadian ini terus berlangsung secara beruntun, dan memungkinkan kebiasaan ini menyebar secara cepat.

Sejatinya, depresi remaja ini dapat dicegah oleh para orang tua lewat beberapa cara. Salah satunya menjaga pergaulan si anak.

Meski begitu, penyebab depresi ini belum bisa dijelaskan secara rinci oleh dunia ilmiah.

Seperti yang dikutip di atas, depresi dapat berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit serta kematian akibat bunuh diri. Dewasa ini, angka depresi meningkat dengan tajam.

Ini mencakup perasaan tidak dihargai orang lain, bingung, putus asa, sedih, perasaan tidak berguna, strees yang berat, dan perasaan terpukul akibat kejadian yang tidak diinginkan, dll.

Ini dapat mempengaruhi pola tidur, makan, berat badan, kebiasaan, kondisi tubuh, kesehatan, dll.

Ini menyebabkan sang anak berupaya menyendiri, bunuh diri, sering lupa ingatan, tidak peduli pada orang lain, hampir mirip dengan kepribadian ganda yang sifatnya bisa berubah sewaktu waktu, dll.

Menurut WHO, ada 2 penyebab utama yang mungkin seringkali menyebabkan depresi, selain lingkungan yang buruk dan cara ia diperlakukan oleh orang lain.


1. Faktor Biologis Anak. 
Menurut penelitian, gen yang diturunkan oleh orang tua, dapat mempengaruhi faktor fisik si anak, seperti mempengaruhi aktifitas kimia dalam otak. Faktor penyakit yang diturunkan orang tua dan akibat menggunakan narkoba juga dapat memyebabkan depresi.

2. Stres Yang Tak Terbendung.
Seperti yang kita ketahui, stres yang berlebihan dapat berakibat buruk pada mental dan fisik anak. Ini bisa saja disebabkan oleh terpukulnya anak oleh kejadian yang tidak diinginkan. Misalnya kematian keluarga, teman, dan sahabat. Lalu perceraian orang tuanya dan kecelakaan parah yang ia atau keluarganya alami, serta penyakit kronis yang ia derita.

Faktor lainnya adalah cara ia diperlakukan. Contohnya pelecehan seksual dan buly yang ia alami. Ini dapat membuatnya putus asa dan merasa tak berguna. Selain itu, ini juga dapat disebabkan sang anak yang menjadi pelampiasan orang tua, tuntutan orang tua yang terlalu tinggi, masa depan yang tidak jelas, kesal pada orang tua karena berbagai alasan, dll.




Jika sang anak telah merasa tidak berguna, maka kemungkinannya untuk bunuh diri akan semakin besar. Atau bahkan kalau tidak dapat mempengaruhi fisik sang anak. Mudah capek, lemas, sering pusing, sering sakit, dll.

Cara Mengatasi dan Mengurangi Dampak Depresi Remaja.

Masuk ke bagian bahagianya.......

Jika kamu mengalami depresi, upayakan agar kesehatan fisik dan psikismu tetap terjaga dan stabil. Misalnya dengan makan makanan bergizi, cukup tidur, dan olahraga teratur.

Saat berolahraga, zat kimia berupa racun yang tidak digunakan tubuh akan dikeluarkan lewat keringat yang bisa membuat perasaanmu lebih baik, tenagamu bertambah, dan tidurmu lebih nyenyak.

Sebisa mungkin kita mencari titik awal dan penyebab depresi. Dengan begitu, kita dapat membuat rencana untuk menanganinya dan tidak mengulanginya di kemudian hari.

Berusahalah curhat pada orang orang yang sekiranya dapat mengerti, memberi semangat positif, dan dapat membantumu menangani depresi.

Dengan begitu, kita tidak terlalu stres karena tahu masih ada orang yang memperhatikan kita. Ini akan meminimalisir kemungkinan bunuh diri atau penyakit yang kita alami karena terlalu stres. Anggota keluarga yang saling mendukung dan teman-teman yang baik bisa memudahkan kamu untuk mengatasi depresi.

 Dalam hal ini saya tidak mewajibkan untuk curhat pada anggota keluarga karena keluarga kita sendiri bisa saja menyerang kita dari belakang.

Jadi curhatlah pada orang paling tepat. Karena jika kita curhat pada orang yang salah, maka keadaan akan makin buruk.

Cara lain adalah tulislah di buku apa yang kamu pikirkan dan rasakan.

Anggap buku itu adalah teman curhatmu jika benar benar tidak ada kemungkinan untuk curhat pada orang lain.

Langkah selanjutnya adalah melakukan kegiatan positif.

Disamping berolahraga, kamu juga bisa melakukan hobimu. Dengan begitu, stres yang kamu alami lama kelamaan akan hilang. Diganti dengan manfaat yang kamu dapatkan.

Kamu bisa membaca, menggambar, melukis, ngeblog, dan hal hal lain yang kamu minati. Dengan begitu, pikiranmu akan disalurkan pada hal positif sepenuhnya, dan kamu berangsur angsur akan kembali pulih.

 Bagi yang bakat menulis, kalian bisa memulai kegiatan ngeblog untuk menyalurkan bakat kalian. Tapi kalian harus tahu terlebih dulu makna dari kegiatan tersebut. Kalian bisa lihat di Makna dari kegiatan ngeblog.

Bantuan dan Dukungan dari Orang Tua :

Ketahuilah bahwa remaja yang depresi mungkin sulit mengungkapkan perasaannya atau tidak mengerti apa yang terjadi pada diri mereka. Bahkan, mereka mungkin tidak tahu bahwa itu gejala depresi. Oleh karena itu, berupayalah memulai percakapan yang menyentuh hati anak anda. Jangan sampai melukai perasaan anak anda karena keadaan bisa jadi lebih buruk. Berupayalah membuat anak anda tergerak untuk curhat pada anda.

Tingkah laku remaja yang depresi berbeda dengan tingkah laku orang dewasa yang depresi. Jadi waspadalah jika ada perubahan besar dalam tingkah laku, kebiasaan makan, perasaan, pola tidur, atau hubungan anak Anda dengan orang lain, terlebih lagi jika itu terjadi selama berminggu-minggu. Terus lakukan upaya untuk meminimalisir dampak dari depresi tersebut.

Tanggapi dengan serius jika anak Anda mengatakan atau menunjukkan tanda-tanda ingin bunuh diri. Jangan anggap remeh gejala tersebut, karena ini bisa sangat berbahaya.

Jika Anda melihat gejala depresi (bukan sekadar murung), pertimbangkan untuk meminta bantuan ahli kesehatan mental, seperti psikolog. Berupayalah sebisa mungkin menerapkan saran sang psikolog.

Bantu anak Anda menaati petunjuk dari dokter, dan minta saran dokter jika tidak ada kemajuan atau terjadi efek samping dari cara yang dianjurkan dokter, jika akibatnya yang kurang baik.

Miliki kebiasaan keluarga yang baik dalam jadwal makan, olahraga, dan jam tidur yang teratur. Bantu juga anak anda untuk terbiasa dengan kebiasaan itu.

Seringlah mengobrol dengan anak remaja Anda dan bantu dia mengatasi hal-hal buruk yang berkaitan dengan depresi. Teruslah yakinkan anak Anda bahwa anda menyayanginya.

Sadari perubahan fisik dan mental  dari anak anda. Misalnya ia menjadi mudah sakit, kurus, lemas, dll. Waspadai jika itu terus berkelanjutan.

                   ****************************

Pertolongan lainnya adalah mempersiapkan hal hal positif yang bisa menghiburmu saat depresi. Cotohnya musik faforit, foto kenangan kenangan keluarga dan sahabat, catatan yang menghibur dan pengalaman yang menyenangkan. Inilah pertolongan pertama yang mungkin dapat menghiburmu dikala kamu stres.

                                 AKHIR KATA :
Anda dapat menerapkan saran saran saya diatas. Jika anda masih tidak mengerti, tolong tulis di kolom komentar. Kesimpulannya, para orang tua berupayalah untuk dekat dengan anak anda dan hindarkan ia dari faktor faktor penyebab depresi. Lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi cegahlah depresi sedini mungkin, dengan mengajarkan hal hal baik sejak anak anda kecil. Ajarkan ia kebiasaan baik dan ajari ia teguh pada pendiriannya.

APAKAH ARTIKEL YANG SAYA TULIS INI  LOGIS ?


TULIS DI KOLOM KOMENTAR YA. !!!!##


SEKIAN.... TRIMA KASIH


Salam kenal bagi kalian semua. Namaku Bilhan Damario Bareli. Aku lahir pada 21 Mei 2005. Jadi sekarang umurku 12 tahun. Ini adalah artikel kelimaku dan bagi kalian yang punya fb, dapat ketik namaku kembali di kolom pencarian.

Mungkin kalian berpikir " ah, pasti anak ini dibantu orang tuanya , dan bacaan ini tidaklah murni hasil jerih payahnya"

Jika anda berpikir begitu, anda salah 100%. Akulah yang membuat blog ini dan murni tanpa bantuan orang lain. Kuakui bahwa dari kecil aku mempunyai hobi membaca. Ini kumulai dari nol sendiri, bahkan orang tuaku tidak tahu tentang hal ini. Kuncinya hanya belajar, belajar, dan belajar.

Oke guys, sekian kali ini . Kita berjumpa di bacaan berikutnya. 

*****************************


Tidak ada komentar: